Sebelumnya, si skrip Sedot hanya menerima 1 buah parameter, yaitu paket yang ingin disedot.
$ sedot debian
Barusan saya menambahkan fasilitas baru agar kita bisa mengatur lagi perilaku si Sedot melalui parameter, yaitu mengatur sumber dan metode sinkronisasi, serta opsi untuk melakukan dry-run alias simulasi alias boong-boongan. Sebelumnya direktori tujuan sinkronisasi juga bisa diatur, namun barusan saya berpikir untuk apa ya melakukan hal itu? Jadi saya hapus deh akhirnya..
$ sedot
Usage: sedot [OPTION]... PACKAGE
--source SOURCE, -s override source location
--method METHOD, -m override synchronization method
--dry-run tell sync method to do simulation only (dry-run)
Kira2, saat ini sedot bisa dipakai dengan cara seperti berikut.
$ sedot -s ftp.nl.debian.org::debian/ debian
Penambahan opsi -s ftp.nl.debian.org::debian/ akan membuat Sedot mengabaikan nilai yang tertulis dalam berkas pkgs/debian/source, yaitu berkas dimana sumber sinkronisasi dituliskan, dan menggunakan nilai yang disebut dalam parameter, yaitu ftp.nl.debian.org::debian/.
Contoh kasus dimana opsi seperti ini berguna adalah jika kita ingin melakukan sinkronisasi dari tempat lain untuk sementara. Misalnya mirror yang biasa kita pakai sedang sangat sibuk sehingga lambat untuk diakses sedangkan kita tahu mirror lain yang bisa diakses dg lebih cepat. Alih-alih mengganti sumber sinkronisasi, kita bisa cukup menggantinya sementara dg menambahkan opsi -s di parameter.
Perubahan yang saya lakukan dapat dilihat pada revisi nomor 90, 91, dan 92. Saat ini revisi 92 menjadi revisi terakhir.
0 komentar:
Poskan Komentar